Minggu, 26 Juli 2020

Epidemiologi Hepatitis

Laili Maulida, Reni Ashari Harahap & Shelly Erlina Harahap

26 JULI 2020 | 13.42


Pedomanbengkulu.com

 

a.       Pengertian hepatitis dan epidemiologi hepatitis

Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati. “Hepa” berrati kaitan dengan hati, sementara “itis” berarti radang. Istilah hepatitis biasanya dipakai untuk semua jenis penyakit peradangan atau pemebngkakan hati (liver). Penyakit hepatitis bisa menyerang semua orang, bahkan pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. Penyakit hepatitis ini bisa mengakibatkan sirosis, kanker hati serta kegagalan fungsi hati yang bisa berakibat fatal.

Secara global, lebih dari  350 juta orang terinfeksi virus hepatitis B. Diperkirakan bahwa lebih dari sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi virus hepatitis B. Sekitar 5% dari populasi adalah carrier kronis HBV, dan secara umum hampir 25% carrier dapat mengalami penyakit hati yang lebih parah seperti hepatitis kronis, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler primer.Prevalensi nasional di tiap Negara di dunia berkisar antara 0,5% di AS dan Eropa Utara sampai 10% di daerah Asia.

Infeksi HBV menyebabkan lebih dari satu juta kematian setiap tahun . Pada tahun 2010, prevalensi penyakit infeksi virus hepatitis A mencapai angka 9.3% dari total penduduk 237.6 juta jiwa. Di sumsel tahun 2007 dengan jumlah penduduk 7.019.964 jiwa, prevalensi hepatitis A adalah 0.2-1.9%. Indonesia adalah negara dengan prevalensi hepatitis B dengan tingkat endemisitas tinggi yaitu lebih dari 8 persen yang sebanyak 1,5 juta orang Indonesia berpotensi mengidap kanker hati. Selama periode itu telah terkumpul 5.870 kasus hepatitis di Indonesia. Dari pendataan itu, Depkes memperoleh data kasus hepatitis C di Indonesia yang menjadi proyek percontohan menurut umur, yaitu terbanyak pada usia 30-59 tahun dengan puncak pada usia 30-39 tahun yang berjumlah 1.980 kasus.

b.      Gejala hepatitis

Pada tahap awal, penderita hepatitis biasanya tidak merasakan gejala apa pun, sampai akhirnya penyakit ini menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi hati. Pada hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus, gejala akan muncul setelah penderita melewati masa inkubasi. Masa inkubasi tiap jenis virus hepatitis berbeda-beda, yaitu sekitar 2 minggu sampai 6 bulan.

Berikut adalah beberapa gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Kelelahan
  • Feses berwarna pucat
  • Urine berwarna gelap
  • Nyeri perut
  • Nyeri sendi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Mata dan kulit berubah menjadi ke kuningan

c.       Faktor resiko hepatitis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hepatitis adalah:

  • Kurang menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis atau makanan yang tidak dimasak hingga matang
  • Berbagi penggunaan barang pribadi dan jarum suntik dengan orang lain
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan penderita hepatitis akibat infeksi virus
  • Memiliki penyakit infeksi akut dan kronis
  • Memiliki penyakit autoimun
  • Memiliki riwayat hepatitis dalam keluarga
  • Sering menerima transfusi darah, terutama bila darah yang didonorkan tidak melalui pemeriksaan ketat atau alat yang digunakan tidak bersih

d.      Penyebab hepatitis

Hepatitis bisa disebabkan oleh beragam kondisi dan penyakit. Namun, penyebab yang paling sering adalah infeksi virus. Berikut adalah beberapa jenis hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus:

 

 

  • Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A.

  • Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat  ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani.

  • Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C juga ditularkan melalui cairan tubuh. Penularan bisa terjadi saat berhubungan seksual tanpa kondom atau menggunakan jarum suntik bekas penderita hepatitis C. Jika ibu hamil menderita hepatitis C, bayinya dapat tertular penyakit ini saat melewati jalan lahir ketika persalinan.

  • Hepatitis D

Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan jenis hepatitis yang jarang terjadi, tetapi bisa bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.

  • Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah menular pada lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk. Salah satunya melalui kontaminasinya pada sumber air.

Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh beberapa hal kondisi berikut:

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan

Konsumsi alkohol secara berlebihan bisa menyebabkan peradangan pada hati (hepatitis) dan menimbulkan kerusakan permanen pada sel-sel hati, sehingga fungsi hati akan terganggu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal hati dan sirosis.

  • Obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan melebihi dosis dan paparan racun juga dapat menyebabkan peradangan pada hati. Kondisi ini disebut toxic hepatitis.

  • Penyakit autoimun

Pada hepatitis yang disebabkan oleh penyakit autoimun, sistem imun tubuh secara keliru menyerang sel-sel hati sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan sel.

e.       Pencegahan hepatitis

1.      Lakukan vaksinasi

Vaksin hepatitis A dan B ternyata merupakan cara pencegahan yang efektif untuk menekan angka kejadian hepatitis. Vaksin ini dapat dilakukan dalam satu vaksin atau dalam vaksin yang berbeda. Namun sampai saat ini, hepatitis C tidak bias dicegah dengan vaksin karena tidak ada vaksin  yang tersedia untuk mencegah penyakit tersebut. Berikut adalah vaksin yang bias mencegah hepatitis A dan B :

·         Vaksin hepatitis A (havrix dan vata) diberikan dua kali berturut-turut denngan jeda waktu 6 bulan.

·         Vaksin hepatitis B ( recombivax HB, comvax, dan engerix-b) yaitu vaksin yang dibuat dari virus yang tidak aktif dan dapat diberikan 3 atau 4 kali dalam waktu 6 bulan.

·         Kombinasi vaksin hepatitis A dan B (twirinx), yaitu vaksin yang diberikan dengan cara membaginya menjadi 3 seri.

2.      Biasakan untuk mencuci tangan

Buatlah kebiasaan dikeluarga anda untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah dikamar mandi, serta sebelum  dan setelah mengolah bahan makanan. Hal ini dapat mencegah anda dan keluarga terkena penyakit hepatitis, terutama hepatitis A dan E karena penyakit tersebut menular dari fase ( kotoran) ke makanan / minuman yang dikonsumsi. Selain itu, menjaga kebersihan tubuh juga penting dilakukan, sehingga risiko terkena hepatitis semakin kecil.

3.      Hati-hati dengan penggunaan jarum

Jarum atau peralatan medis lain yang tidak steril dapat menjadi sasaran penyebaran dari hepatitis. Selain itu, penggunaan jarum sembarangan seperti jarum yang digunakan untuk membuat tato atau jarum yang digunakan bergantian ketika memakai obat-obatan terlarang, dapat menjadi sasaran yang paling mungkin dan sering menyebabkan terjadinya hepatitis.

4.      Tahu kapan untuk berbagi dan apa yang bias di bagi

Berbagi dengan orang lain bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan, namun Anda dan keluarga Anda harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berbagi dan hal apa yang sebaiknya dibagikan. Berbagi barang seperti mainan, buku, atau hal lainnya mungkin tidak bermasalah. Namun berbagi sikat gigi, pisau cukur, gunting kuku, dan berbagai barang pribadi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hepatitis. Termasuk dengan peralatan medis yang kontak langsung dengan cairan tubuh atau darah si pemakainya. Pemakaian bersama alat-alat tersebut harus dihindari untuk mencegah penularan hepatitis. Karena, terkadang pasien yang mengalami hepatitis tidak menunjukkan gejala dan tanda yang terlihat, sehingga pilihlah mana barang-barang yang bisa dibagi dan mana yang tidak bisa dipakai bersama.

5.      Melakukan hubungan seksual yang aman

Tiga dari lima jenis hepatitis, penularannya disebabkan oleh hubungan seksual. Sehingga, penting untuk Anda mengetahui riwayat penyakit pasangan Anda. Jika memang pasangan atau keluarga dari pasangan Anda mempunyai riwayat hepatitis, sebaiknya melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom.

6.      Perhatiakan makanan dan minuman anda

Meskipun Anda dan keluarga sudah membiasakan diri untuk menjaga kebersihan makanan dan tubuh dengan cara selalu mencuci tangan dengan bersih, tetap perhatikan apa yang akan Anda dan keluarga makan karena belum tentu orang yang menyiapkan makanan atau minuman tersebut menjaga kebersihan dirinya sperti Anda dan keluarga. Makanan yang mentah, sebenarnya cenderung berisiko menularkan penyakit hepatitis, oleh karena itu sebaiknya jika Anda makan di luar rumah, pilihlah menu yang makanannya dijamin matang. Jika Anda sedang melakukan perjalanan dan sanitasi di sekitar lingkungan Anda tidak bersih, maka hindari minum air mentah dan lebih baik membeli air mineral kemasan.

7.      Mengetahui riwayat keluarga anda

Cari tahu apakah di keluarga Anda ada yang pernah mengalami hepatitis sebelumnya, jika iya maka Anda dan keluarga Anda setidaknya harus lebih waspada akan risiko penularan yang mungkin terjadi. Lakukanlah vaksinasi tepat waktu untuk mencegah terjadinya hepatitis.

 


 

 

Daftar Pustaka

 

Akbar H. N., 2007. Hepatitis B in: Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati. 1 st ed. Jakarta: Jayabadi pp. 201-4.

Jafarzadeh A., Montazerifar S.J., 2006. Persistance of anti HBs Antibodi and Immunological Memory in Children vaccinated with Hepatitis B Vaccine at Birth. Rafsanjan University of Medical Science and Health Services. PhD Thesis.

 Cullie M. A. R., Seck A., Njouom R., Chartier L., Sow H. D., Mamadou., Ba., Ka A. S., Njankuou M., Rousset D., Vernick T. G., Unal G., Sire J. M., Garin B., Simon F., Vray M., 2012. Low Immune Response to Hepatitis B Vaccine among Children in Dakar, Senegal. Plos.One. 7: 1-4.

Kemenkes RI. 2012. Pedoman Pengendalian Hepatitis Virus. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Epidemiologi Hepatitis Laili Maulida, Reni Ashari Harahap & Shelly Erlina Harahap 26 JULI 2020 | 13.42 Pedomanbengkulu.com   a.        P...